Bisnis.com, JAKARTA – PT UBM Pameran Niaga bakal menggelar pameran industri farmasi pada Maret 2017. Harapannya, pameran tersebut bisa berperan sebagai jembatan bagi terciptanya riset dan inovasi baru bagi industri farmasi. Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Christopher Eve mengatakan CphI South East Asia (CphI SEA) bakal dihelat pada 22-24 Maret 2017 di JIExpo Kemayoran dengan menghadirkan lebih dari 260 peserta pameran dengan target pengunjung mencapai 5.500 profesional industri farmasi. “Kami memahami bahwa riset dan inovasi berperan penting dalam kelangsungan industri farmasi Indonesia. Karena itu, CPhI SEA diharapkan dapat memperluas peluang membangun jejaring bagi pemain industri farmasi lokal maupun multinasional,” ujarnya, Rabu (14/12/2016).

Dalam ekshibisi ini, akan dilakukan berbagai aktifitas seperti konferensi, forum investasi, forum kemasan farmasi, forum strategic sourcing antara Asean dan India, innovation gallery, business matching, ehhibitor showcase, dan lainnya.

Ketua Umum Pharma Materials Management Club (PMMC) Kendrariadi Suhanda mengatakan pelaku usaha farmasi menilai tumbuhnya industri farmasi bergantung dengan obat generik melalui riset dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan akan produk perawatan khusus seerti onkologi, atau penyakit kritis lainnya. “Dalam menghadapi tantangan ini, tentunya industri farmasi membutuhkan inovasi terkini dalam produk bahan baku, kemasan, teknologi, serta kemitraan setrategis dengan para profesional industri farmasi yang saling bersinergi,” katanya.

 

Dengan program Jaminan Kesehatan Nasional, dia yakin telah terjadi peningkatan kemajuan industri farmasi melalui perluasan pasar produk baru yang inovatif dan lebih baik guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.