JAKARTA. Tingkat ketergantungan bahan baku impor yang tinggi, hingga di atas 90% merupakan tantangan menahun industri farmasi lokal. Tak heran para pelaku farmasi lokal dan investor asing ingin menggarap ceruk bisnis yang bolong dalam rantai produksi tersebut.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke India pekan ini misalnya, membuahkan komitmen dari sejumlah perusahaan farmasi di sana untuk mendirikan pabrik bahan baku di Indonesia. Mereka akan berinvestasi US$135 juta dalam dua tahap.

Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Indonesia mengaku, sudah mengirimkan perwakilan untuk membahas rencana investasi itu dengan pemerintah. Hanya saja, Vincent Harijanto, Ketua Litbang Perdagangan dan Industri Bahan Baku GP Farmasi Indonesia, meminta KONTAN menunggu penjelasan resmi pada pekan depan.

Yang terang, GP Farmasi Indonesia menyatakan, tak ada kata terlambat berinvestasi pada lini bahan baku farmasi. Berkaca dari China dan India, semula keduanya menyuplai 20% kebutuhan bahan baku farmasi dunia. Sementara Eropa menyuplai 80%.

Namun kini situasi berbalik. "India dan China bisa membuat bahan baku kualitas baik secara masif dengan harga kompetitif," kata Kendrariadi, Wakil Sekretaris Jenderal GP Farmasi Indonesia sekaligus Ketua Umum Pharma Materials Management Club (PMMC), Rabu (14/12).

Dorojatun Sanusi, Direktur Eksekutif GP Farmasi Indonesia mengatakan, ada sekitar tujuh pelaku industri lokal yang berencana berinvestasi. Tanpa membeberkan ketujuh namanya, dia bilang model investasi bisa berupa kerjasama patungan atau kemitraan pemanfaatan teknologi.

Investasi lokal

Sebelum rencana investasi India mencuat, PT Indofarma (Persero) Tbk sudah merenovasi pabrik bahan baku herbal senilai Rp 30 miliar. Kapasitas produksinya 2.000 ton bahan baku herbal per tahun. Sementara target operasionalnya kuartal I 2017.

Pada tahap awal, Indofarma akan mengoperasikan 40% kapasitas produksi. "Kami sedang menunggu sertifikasi BPOM terlebih dahulu," terang Yasser Arafat, Sekretaris Perusahaan Indofarma kepada KONTAN, Rabu (14/12).

Kalau PT Kimia Farma (Persero) Tbk tengah membangun pabrik active pharmaceutical ingredient (API). Pabrik berkapasitas 15-30 metrik ton per tahun itu sedianya beroperasi tahun 2018.

 

Perusahaan swasta PT Kalbe Farma Tbk juga sudah menggagas pabrik biofarmasi di Cikarang, Jawa Barat senilai US$ 30 juta-US$ 40 juta. Jadwal operasinya 2018. Vidjongtius, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Kalbe Farma Tbk bilang, operasional tahap awal 10%-20% dari total kapasitas.