Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan begitu banyak produsen farmasi asal India yang ingin berinvestasi dan memasarkan produk serta memproduksi bahan bakunya di Indonesia. Menurutnya, India mati-matian melakukan perlawanan untuk menandingi harga obat paten pabrikan farmasi multinasional. Negara tersebut memproduksi massal berbagai macam bahan baku dan produk generik untuk menjaga harga produk farmasinya tetap terjangkau. Hanya saja, penetrasi produk pabrikan farmasi India masih begitu rendah di dalam negeri meskipun harganya kompetitif dan berkualitas baik. Terlebih menurutnya, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus yang begitu besar dengan India. “Saya sudah bilang kepada Ibu Menkes, coba ibu cari obat apa saja yang masih kita impor dari mana pun, kita bisa dapatkan yang jauh lebih murah dari India. Tapi entry barrier untuk pharmaceutical industry India masuk ke sini itu masih luar biasa sekali banyaknya,” ujarnya, belum lama ini.

 

Enggartiasto menyatakan perlu terobosan untuk pengembangan hulu farmasi. Kalau sama sekali tidak ada terobosan, justru hal tersebut menjadi persoalan yang terus memicu kenaikan harga obat di dalam negeri. “Harga obat sekarang semakin mahal. Dan sekarang India mencari kesempatan masuk ke sini, mau kerja sama, dan berinvestasi pada penyediaan bahan baku. Tinggal bagaimana membongkar barrier supaya India lebih mudah bisa masuk,” ujarnya.