JAKARTA - Berbagai terobosan dilakukan dunia farmasi khususnya PT UBM Pameran Niaga Indonesia dalam memberikan layanan dan penyediaan bahan baku maupun alat alat kesehatan. Salah satunya menggelar pameran bahan baku niaga, industri farmasi Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI) 2018. Hal itu yang mendapat acungan jempot dari Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dra. Maura Linda Sitanggang Apt Phd. “Melalui pameran CPhI dapat saling menukar informasi , pengalaman, ide dan memperkuat jaringan bisnis di Indonesia. Hal itu yang nantinya mampu menghadirkan bahan baku industri pangan, fungsional, nutrasetikal, serta produk nutrisi dan kesehatan,”jelas Maura Linda Sitanggang saat membuka pameran CphI di Hall D Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/3). Ia mengakui, pertumbuhan bahan baku farmasi di ASEAN masih besar, apalagi Indonesia merupakan penyumbang bahan baku terbesar mencapai 30 persen. Hal itu cukup menggembirakan bagi perusahaan farmasi di Tanah Air khususnya berpacu dengan negara lain.

Linda mengakui, berbagai pameran Niaga yang tercatat sekitar 260 peserta yang datang dari berbagai negara dikawasan Asian. Dengan begitu suatu upaya memajukan dunia farmasi sangat tepat yang dilakukan PT UBM. Bahkan panitia menargetkan dalam waktu tiga hari selama pameran mencapai sekitar 5.000 pengunjung yang terdiri sebagaian besar profesional industri. Kondisi seperti itu sangat tepat dalam memajukan dunia farmasi khususnya untuk mengenalkan berbagai bahan baku obat-obatan nantinya. “Pameran seperti ini sudah tahun ketujuh diselenggarakan dalam memperkuat daya saing industri farmasih di Indonesia melalui riset, penelitian ilmiah dan tekhnologi,”jelas President Director PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Christopher Eve ditempat terpisah.

Dia melanjutkan, pameran kali ini yang diusung adalah produk bahan baku farmasi, inovasi pengemasan dan sistem pengiriman obat-obatan serta tekhnologi laboratorium peralatan medis. Pameran seperti ini sangat menguntungkan bagi dunia farmasih di Indonesia yang setiap tahunnya mengalami peningkatan cukup pesat. “Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang melalui pameran yang serupa produk farmasi terus meningkat,”harap Christopher lagi.(warso)