JAKARTA - Dari tahun ke tahun, obat masih mempunyai berita yang sangat kuat di media massa. Obat merupakan penunjang program BPJS kesehatan pemerintah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hari Obat Nasional (HOBNAS) akan digelar 17 Oktober 2018 di JIEXPO Kemayoran, bersama dengan Kemenkes, BPOM, GPFI, PMMC dan seluruh yang berkepentingan. Panitia pelaksana PMMC dan Event Organizer (EO)dipegang oleh PT Krista Media yang sudah berpengalaman menjadi EO Pameran. Pameran selama 3 hari akan digelar di hall C mulai 17 - 19 Oktober 2018, dan rencana akan dibuka oleh Presiden Jokowi dihadiri oleh Kemenkes, BPOM dan Kementerian yang terkait.

Ketua PMMC Kendrariadi Suhanda menjadi Ketua Penyelenggara Hari Obat Nasional. Menurut Kendrariadi S," Kami pun mempunyai rencana, dan BPOM akan diberikan booth untuk bisa diisi oleh BPOM untuk menyampaikan informasi yang bisa dilihat oleh masyarakat umum." BPOM sebagai regulator mengawasi obat yang beredar dikalangan masyarakat untuk dijaga mutu, khasiat dan keamanannya. Moriana Hutabarat menjelaskan," Hari Obat Nasional bisa juga membantu menampung informasi obat yang bermutu, berkualitas dan aman digunakan oleh masyarakat ". Masyarakat perlu edukasi mengenali obat legal dan ilegal juga bahaya peredaran obat melalui media sosial. Mutu obat-obatan yang masuk dalam JKN harus mempunyai mutu yang baik untuk masyarakat. Saran dari Moriana Hutabarat, " Acara Hari Obat Nasional temanya terkait mutu bahan baku, proses obat dan sampai packaging obat".

Hari Obat Nasional merupakan wadah untuk sosialisasi dan edukasi proses dan penggunaan obat yang bermutu, berkhasiat dan aman untuk masyarakat. Selama ini masyarakat belum mendapatkan informasi proses dan penggunaan obat yang bermutu. Menurut Christina selaku owner PT. Krista Media, akan mempersiapkan semaksimal mungkin untuk Hari Obat Nasional, dengan berbagai acara seminar, konvensi, talkshow dan pameran produk obat yang bermutu.