KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang kuartal I 2020, sektor industri menyumbang 19,98% produk domestik bruto (PDB) nasional. Walaupun tertekan dampak pandemi Covid-19, ekspor dari industri pengolahan selama tiga bulan pertama tahun ini berkontribusi 78,96% terhadap total nilai ekspor nasional yang mencapai US$ 41,78 miliar. Bahkan, total penanaman modal sektor manufaktur dalam periode tersebut menyentuh Rp 64 triliun atau naik 44,79% year on year (yoy). Porsi nilai investasi industri manufaktur sekitar 30,37% terhadap total investasi keseluruhan sektor yang sebesar Rp 210,7 triliun.

Kementerian Perindustrian (Kemperin) menilai, masuknya investasi akan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dan memberikan nilai tambah bagi bahan baku lokal. Termasuk pula, mendukung pembangunan daerah dan pembukaan lapangan kerja. Hingga kini, total penyerapan tenaga kerja dari sektor industri lebih dari 18,87 juta orang. Oleh karena itu, Kemperin akan mendorong investasi sektor industri tanah air dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). "Salah satu sektor yang sedang kami genjot investasinya adalah industri farmasi karena hal ini sejalan dengan target kemandirian sektor kesehatan, baik industri farmasi maupun industri alat kesehatan," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (2/6).